Pengertian,
Manfaat dan Penerapan Sistem Informasi Manajemen
Dalam
organisasi banyak kita lihat manfaat suatu sistem informasi bila digunakan
sebaik mungkin. Peranan manajemenlah yang menuntut penyebaran dan penggunaan
sumber-sumber yang efesien untuk mencapai suatu tujuan, dengan demikian akan
membantu fungsi menajemen dengan diterimanya suatu informasi dengan cepat dan
tepat. Maka diperlukan sistem informasi manajemen yang baik untuk mendukung
tujuan organisasi.
Dalam
suatu perusahaan tidak akan terlepas dari berbagai macam masalah yang ada
didalam organisasi, dan didalam suatu perusahaan perubahan sering sekali
timbul, sehingga perubahan ini sering sekali menjadi hambatan bagi manajer,
maka akibatnya dari perubahan ini menimbulkan masalah. Oleh karena itu
diperlukan suatu sistem informasi manajemen untuk mendukung manajer dalam
mengatasi masalah-masalah tersebut. Sistem informasi tidak hanya memproses data
menjadi informasi tetapi juga menyalurkan informasi untuk mendukung proses
pengambilan keputusan.
Untuk
memahami arti SIM ini penulis mengutip beberapa pendapat para ahli. Davis
(2002) menyatakan bahwa, sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem
manusia/mesin yang yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung
fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Selanjutnya
pengertian SIM juga juga dikemukakan oleh Mcleod dan Schell (2001) sebagai
berukut : “SIM merupakan sistem yang berbasis komputer, jaringan lainnya yang
dapat menyediakan informasi bagi beberapa pemakai guna mendukung fungsi-fungsi
manajemen dan fungsi pengambilan keputusan”.
Syamsi
(2000) menyatakan bahwa sistem informasi manajemen (SIM) merupakan jaringan
informasi yang dibutuhkan pimpinan dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam
mengambil keputusan. Amsyah (1997) menyatakan bahwa: “SIM merupakan cara-cara
mengelola pekerjaan informasi dengan mengunakan pendekatan sistem yang
berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen”.
George.
(1999) menyatakan bahwa: “SIM adalah serangkaian subsistem informasi yang
menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu
mentransformasikan data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna
meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas
kreteria mutu yang telah ditetapkan.”
Jadi
dapat dilihat bahwa sistem informasi manajemen sangat membantu manajemen
didalam organisasi, fungsi-fungsi manajemen, pengambilan keputusan, yang
berarti bahwa semua orang dalam organisasi yang berhubungan dengan manajemen
bertanggungjawab atas kegiatan dan hasil perusahaan, terutama sekali bagi
seorang manajer dalam mencapai suatu tujuan perusahaan.
Penerapan
Sistem Informasi Manajemen Bagi Perusahaan
Semua
kegiatan yang dilakukan oleh dan di dalam perusahaan memerlukan informasi.
Demikian pula sebaliknya, semua kegiatan menghasilkan informasi, baik yang
berguna bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan tersebut maupun bagi perusahaan
lain diluar perusahaan yang bersangkutan, oleh sebab informasi berguna untuk
semua macam dan bentuk kegiatan dalam perusahaan.
Apabila
sistem informasi manajemen dirancang dan dilaksanakan dengan baik, maka akan
banyak manfaat yang bisa diperoleh manajemen perusahaan, yaitu mempermudah
manajemen dan membantu serta menunjang proses pengambilan keputusan manajemen.
Karena sistem informasi manajemen menyediakan informasi bagai manajemen
perusahaan dimana sistem informasi manajemen tersebut dilaksanakan.
Sebagai
masukan dalam proses pengambilan keputusan informasi memegang peranan penting.
Pentingnya peranan informasi bagi pemimpin adalah untuk mengambil keputusan
sebagai dasar tindakan di masa mendatang. Suatu keputusan yang dihasilkan
dengan tidak berdasarkan pada penggunaan
informasi
yang tepat akan berakibat pada pengambilan keputusan yang cukup fatal dan tidak
dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan. Murdick (1993) mengemukakan: “Para
manajer mengandalkan suatu sarana khusus, yaitu informasi.” Para manajer harus
mengajukan pertanyaan pada dirinya apakah informasi yang saya butuhkan di dalam
menyelengarakan tugas saya
dan
dimana informasi tersebut saya peroleh. Pertanyaan lain yang harus dipikirkan para
manajer yaitu siapakah yang bergantung padanya mengenai informasi dalam bentuk
hubungan ke atas, ke bawah atau kesamping.
Selanjutnya
Murdick (1993) menyatakan bahwa: “Karena informasi merupakan unsur esensial
dari manajemen dan fungsi pengambilan keputusan, maka aspek dari organisasi
sebagaima diuraikan oleh proses arus informasi tambah merisaukan. Tujuan akhir
dari sistem informasi manajemen adalah untuk pengambilan keputusan pada tingkat
operasional berdasarkan arus informasi.”
Manajemen
menggunakan informasi untuk dua tujuan yaitu perencanaan dan pengawasan.
Perencanaan terjadi sebelum pelaksanaan aktivitas organisasi. Tujuan yang
ditentukan oleh proses perencanaan harus dicapai dengan aktivitas itu. Meskipun
perencanaan meliputi semua tingkat organisasi, tetapi kebanyakan terjadi pada
tingkat keputusan strategis dan taktis. Perencanaan banyak bergantung pada peramalan
dan dan informasi dari luar. Pengendalian merupakan hal mebandingkan hasil
aktual dengan rencana yang ditentukan pada proses perencanaan.
Demikian
pentingnya peranan sistem informasi manajemen dalam usaha pencapaian tujuan,
sehingga jelaslah bahwa penggunaan dari sistem informasi manajemennya harus dikaitkan
dengan usaha-usaha modernisasi, sedang proses modernisasi hanya dapat terjadi
bila ditarik manfaatnya dari kemajuan yang telah dicapai dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dalam manfaat dan peranan sistem informasi manajemen
seorang pemimpin dapat mengikut sertakan orang lain dalam arti memikirikan
masalah bersama-sama dan bersama pula bertanggung jawab dalam pencapaian tujuan
perusahaan.
a.
Pentingnya informasi
bagi organisasi:
1.
Meningkatkan kinerja
organisasi melalui :
·
Peningkatan produkvitas
·
Pengurangan biaya
·
Peningkatan
pengambilan keputusan
·
Peningkatan layanan ke
pelanggan
·
Pengembangan
aplikasi-aplikasi strategis
2.
Mengaitkan
perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam organisasi
3.
Mengkoordinasikan
subsistem-subsistem dalam organisasi
4.
Mengintegrasikan
subsistem-subsistem
b. Informasi yang dibuat
harus berkualitas agar informasi yang diberikan kepada masyarakat mudah
didapatkan dan mudah dipahami. Informasi yang berkualitas harus relevan, akurat, tepat waktu, ekonomis, dan efisien
sesuai dengan data yang telah diperoleh
c. Hubungan Antara Sistem
Informasi Dengan Organisasi
Kita dapat melihat secara lebih dekat hubungan antara sistem informasi
dengan organisasi. Namun sebelumnya kita perlu mengetahui
tentang bagaimana organisasi mempengaruhi teknologi dan sistem. Organisasi akan
berpengaruh terhadap sistem informasi melalui keputusan-keputusan yang dibuat
oleh manajer dan karyawan. Manajer membuat keputusan tentang desain sistem.
Mereka juga menggunakan teknologi informasi. Manajer juga akan memutuskan siapa
yang akan membuat dan mengoperasikan sistem, dan pada akhirnya memberikan
pertimbangan rasional dalam pembuatan sistem.

0 komentar:
Posting Komentar