SISTEM
PENYIMPANAN SURAT
A.
SISTEM
NOMOR (NUMBERIC SYSTEM)
Di dalam sistem nomor ada 4 macam
1. Sistem
nomor menurut Dewey (Sistem Desimal / Klasifikasi)
Sistem ini menetapkan kode surat
berdasarkan nomor yang ditetapkan untuk surat yang bersangkutan.
Yang diperlukan dalam sistem ini adalah
Yang diperlukan dalam sistem ini adalah
a. Perlengkapan
yang diperlukan :
- Filling
cabinet
- Guide
- Folder
b. Daftar
klasifikasi nomor
c. Kartu
kendali
Dalam klasifikasi, nomor adalah daftar yang memuat
semua kegiatan / masalah yang terdapat dalam kantor. Setiap masalah diberi
nomor tertentu.
Dalam daftar ini terdapat tiga pembagian yaitu
- Pembagian
utama, memuat kegiatan / masalah pokok dari kantor
- Pembagian pembantu, memuat uraian masalah
yang terdapat pada pembagian utama
- Pembagian kecil memuat uraian masalah yang terdapat
pada pembagian pembantu.
Guna daftar klasifikasi adalah
- Sebagai
pedoman pemberian kode surat
- Sebagai
pedoman untuk mempersiapkan dan menyusun tempat penyimpanan surat
Uraian guide, folder, dan surat dalam filling cabinet
Uraian guide, folder, dan surat dalam filling cabinet
- Dalam
setiap laci filling cabinet diperlukan 10 guide
- Dibelakang
setiap guide ditempatkan 10 folder
- Surat
yang terbaru dalam setiap folder ditempatkan paling depan
Cara penyimpanan surat
- Surat
dibaca lebih dahulu untuk mengetahui permasalahannya
- Memberi
kode surat
- Mencatat
surat kedalam kartu kendali
- Mencatat
surat pada kartu indeks
- Menyimpan
surat
- Penyusunan
surat dalam folder setiap surat yang baru selalu ditempatkan di urutan paling
depan
- Menyimpan
kartu kendali
2. Sistem
nomor menurut Terminal Digit
Didalam sistem ini kode penyimpanan dan
kode penemuan kembali surat memakai sistem penyimpanan menurut teminal digit,
yaitu sistem penyimpanan berdasarkan pada nomor urut dalam buku arsip.
Dalam sistem ini yang perlu dipersiapkan
adalah
- Perlengkapan
untuk tempat penyimpanan surat yang terdiri atas; filling cabinet 10 laci,
guide (setiap laci 10 guide), dan folder (setiap guide 10 folder)
- Kartu
kendali; yang digunakan dalam sistem ini sama dengan kartu kendali yang
digunakan dalam sistem lain. Yang berbeda disini adalah mengindeks nomor kode
untuk keperluan penyimpanan dan penemuan kembali surat.
- Cara
mengindeks nomor kode sebagai berikut
a. Dua
angka dari belakang sebagai unit 1, yaitu menunjukkan nomor laci dan nomor
guide
b. Satu
angka setelah unit 1 sebagai unit 2 yaitu menunjukkan nomor folder
c. Sisa
seluruh angka sesudah unit 2 sebagai unit 3 yaitu menunjukkan surat yang
kesekian dalam folder
- Cara
penyimpanan surat; surat dengan nomor kode 55317, berarti surat tersebut
disimpan dalam laci 10-19, dibelakang guide 17, didalam folder nomor 3, surat
yang ke 55.
3. Sistem
Nomor Middle Digit
Sistem ini merupakan kombinasi dari Sistem
Nomor Decimal Dewey dan Sistem Nomor Terminal Digit. Yang dijadikan kode laci
dan guide adalah dua angka yang berada di tengah, sedangkan dua angka yang
berada di depannya menunjukkan kode map, kemudian dua angka yang berada
dibelakangnya menunjukkan urutan surat yang kesekian didalam map. Dalam sistem
ini kode angka harus berjumlah enam, sehingga terdapat dua angka ditengah, dua
angka di depan dan dua angka dibelakang. Seandainya angka kode kurang dari enam
maka harus ditambahkan angka nol di depannya sampai berjumlah enam angkla. Cara
penyimpanannya sama dengan Sistem Nomor Terminal Digit.
4. Sistem
nomor Soundex (phonetic system)
Sistem Soundex adalah sistem penyimpanan warkat
berdasarkan pengelompokan nama dan tulisannya atau bunyi pengucapannya hampir
bersamaan. Dalam sistem ini nama-nama diganti dengan kode (notasi) yang terdiri
dari 1 huruf dan 3 angka.
Susunan penyimpanannya adalah menurut abjad
yang diikuti urutan nomor.
B.
SISTEM
GEOGRAFIS / WILAYAH (GEOGRAFIS SYSTEM)
Sistem geografis atau wilayah adalah suatu sistem
penyimpanan arsip berdasarkan pembagian wilayah atau daerah yang menjadi alamat
suatu surat.
Surat disimpan dan diketemukan kembali menurut
kelompok atau tempat penyimpanan berdasarkan geografi / wilayah / kota dari
surat berasal dan tujuan surat dikirim.
Dalam hubungan ini surat masuk dan surat keluar disimpan dan ditempatkan dalam folder yang sama, tidak dipisah-pisahkan. Dalam penyimpanannya menurut sistem ini harus dibantu dengan sistem abjad atau sistem tanggal.
Dalam hubungan ini surat masuk dan surat keluar disimpan dan ditempatkan dalam folder yang sama, tidak dipisah-pisahkan. Dalam penyimpanannya menurut sistem ini harus dibantu dengan sistem abjad atau sistem tanggal.
Yang perlu dipersiapkan dalam menerapkan sistem ini
- Perlengkapan
yang diperlukan dalam menerapkan sistem ini adalah; filling cabinet, guide,
folder, dan kartu kendali.
- Penyimpanan
surat melalui prosedur
a. Melihat
tanda pembebas dalam surat, yaitu tanda yang menyatakan bahwa surat tersebut
telah selesai diproses dan boleh disimpan.
b.
Membaca surat
c.
Memberi kode surat
d.
Mencatat surat pada kartu kendali
e.
Menggolongkan surat menurut wilayahnya masing-masing
f.
Menyimpan surat
g.
Menyimpan kartu kendali
- Penemuan
kembali; cara menemukan kembali adalah sama seperti sistem-sistem lainnya.
Penyusunan
dengan system wilayah (geografi) digunakan untuk
1.
Perusahaan
yang memiliki cabang diberbagai lokasi seperti bank, asuransi, dan otomotif
2.
Perusahaan
yang memiliki lisensi untuk beroperasi diprovinsi tertentu namun tidak boleh
giat dikawasan lain. Dalam hal demikian berkas arsip dinamis disusun menurut
provinsi tempat perusahaan beroperasi.
3.
Perusahaan
Utilitas semacam perusahaan gas, listrik, telepon, air dimana nomor dan
nama jalan merupakan hal penting bila timbul masalah, misalnya listrik mati
atau gas bocor.
4.
Perusahaan
pengembang (developer), real estate yang memiliki daftar tanah dan bangunan
yang disusun menurut daerah.
5.
Penjualan melaluil pos, penerbit, toko buku,
pedagang kelas besar, yang menggunakan jasa pos serta memasarkannya menurut
ancangan geografis.
6.
Perusahaan
yang mengkhususkan diri berpromosi pada kawasan tertentu.
7.
Instansi
atau lembaga yang menyusun berkas mereka menurut propinsi, kabupaten, atau
koktamadya, kecamatan, atau pembagian geografis lainnya (misalnlya Kawasan
Indonesias Timur)
8.
Grosir
yang membeli barang dalam kuantitas besar kemudian menyebarkannya menurut
pembagian geografi.
9.
Perusahaan multinasional yang memiliki cabang
di dalam dan luar negeri, termasuk di dalamnya perusahaan asing yang beroperasi
di Indonesia.
10. Perusahaan survey yang melakukan
survey menurut daerah.
11. Lembaga yang memeiliki kegiatan
khusus khas serta cabang yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia seperti
gereja. Menjid, atau Yayasan social.
Prosedur dalam menerapkan Filing
Sistem Wilayah
1. Merancang Klasifikasi Wilayah
Dibuat dengan tujuan agar dalam mencari kembali surat dapat
dilakukan dengan cepat.
DAFTAR KLASIFIKASI
B-
1 = Bandung J-1 = Jakarta
2 =
Banjarmasin
2 = Jambi
3 = Bogor
C-
1 =
Cianjur
M-1 = Malang
2 = Cilacap
2 = Medan
Kartu Klaper
Baik surat masuk maupun surat keluar dibuat kartu klaper
yang disesuaikan dengan isi surat masuk atau keluar tanpa menyimpang dari
daftar klasifikasi untuk kode wilayah tersebut.
Contoh kartu klaper surat masuk
|
No Urut
|
Nomor Surat
|
Tanggal
Surat
|
Perusahaan /
Instansi
|
Isi surat
|
|
01
|
1134 AW/SMK-IBG/I/2008
|
24/1/2008
|
SMK INFORMATIKA BINA GENERASI PT
ANGKA WIJAYA SENTOSA
|
Pemberian izin Praktek industri
kpd mhsiswa BEC
|
2. Menyiapkan jenis perlengkapan
- Filing Cabinet: untuk menyiapkan
guide serta folder dalam laci-laci filing cabinet, disesuaikan dengan surat
yang akan disimpan sesuai dengan wilayah masing-masing. Misalnya, laci untuk
daerah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dll.
- Guide, Jumlah guide disesuaikan
dengan jumlah daerah yang berkaitan dengan surat yang berkaitan
dengan surat-surat yang disimpan.
- Map (folder): Disediakan sebanyak
cabang-cabang atau langganan yang ada.
- Rak Penyortir : untuk penyortir
surat-surat yang akan disimpan
- Rak kartu Klaper : untuk menyimpan
kartu klaper, kartu ini disimpan disesuaikan dengan urutan A sampai dengan Z,
ataupun disesuaikan dengan jumlah kartu yang akan disimpan. Bentuknknya
hamper sama dengan Rak kartu Indeks.
3. Menyimpan dan menemukan kembali
arsip
4. Pemberian Kode Surat
Setiap surat yang masuk hendaknya dibaca dengan teliti,
sehingga dapat diketahui dari daerah mana surat tersebut dikirim. Sehingga
mempermudah menentukan kode kartu klaper
5. Penyimpanan Surat
Sisterm
wilayah menghendaki agar setiap surat yang berasal dari daerah yang sama
disimpan ditempat yang sama.
6. Penyimpanan filing system wilayah
murni
Contoh:
pada daerah Jawa Barat sebagai pembagian utama dan Bandung sebagai pembagian
pembantu.
7. Penyimpanan filing system wilayah
yang memadukan dengan Filing system abjad. Contoh: Bandung tertera sebagai
jududl pada guide, sedangkan surat disusun dari surat yang pertama dengan abjad
Ba, Ce, Ha, In (Bank, Bali, Hotel Braga,Universits Indonesia)
8. Penemuan kembali arsip
Prosedur pencarian atau
penemuan kembali arsip hendaknya melalui prosedur sebagai berikut;
1. Membuka rak kartu indeks atau kartu
kaper.
2. Setelah mengetahui kode kartu
klaper, misalnya kartu klaper dengan kode B-2 maka langkah berikutnya mencari
surat yang berasal dari daerah Bandung. Maka secara cepat dapat ditemukan surat
dari PT Sinar Terang Bandung
Pemberkasan geografi memiliki
keuntungan dan kerugian yaitu :
·
Keuntungan
1. Pemberkasan langsung dapat dilakukan
tanpa rujukan ke indeks
2. Penentuan lokasi berkas secara cepat
dilakukan apabila orang yang memerlukannya megetahui subjek yang dibahas
3. Manajer pemasaran dapat menilai
keberhasilan atau kegagalan tenaga pemasaran yang berada di berbagai daerah
bila berkas disusun menurut berkas geoegrafi. Manajer pemasaran dapat mengambil
garis haluan (polity) yang cocok untuk masing-masing daerah berdasarkan
analisis informasi daerah yang terdapat di berkas masing-masing.
4. Perkiraan visual aktivitas berkas
dalam sebuah kawasan dapat segera diketahui berkas dapat ditambah, dikurangi,
atau disusun dengan mudah.
·
Kerugiannya:
1. Perlu kerja tambahan karena pemakai
harus menyusun dua berkas yaitu berkas berdasarkan geografi dan berkas
abjad untuk indeks. Indeks ini merupakan sarana rujukan yang baik dan cepat.
2. Bila perorangan atau badan memiliki
dua alamat. Manajer arsip dinamis harus menyusun rujukan ke kedua alamat.
3. Salah pemberkasan dapat terjadi
karena ada dua nama yang sama (misalnaya Blitar untuk Jawa Timur dan Lampung)
dan nama jalan yang sama yang terletak di suatu kota atau beberapa kota (
misalnya jalan Pahlawan Revolusi ) untuk mengatasi kendala ini. Pemakai perlu
menggunakan buku rujukan semacam kamus geografi dan atlas untuk mengetahui
lokasi yang pasti. Sebagai contoh pemakai harus mengetahui secara tepat lokasi
yang dimaksud misalnya Nagoya (di jepang ataukah di pulau Batam), Glenmore (di
Banyuwangi ataukah di Irlandia). Juga terdapat beberapa kota yang semula
merupakan tempat yang kurang terkenal namun kini mulai terkenal. Nama tempat
semacam itu misalnya Pendopo (Riau), Tembaga Pura (Irian Jaya). Timika (Irian
Jaya), atau Kuala Kencana (Irian Jaya).
4. Untuk memperoleh hasil yang lebih
baik, metode hendaknya digabungkan dengan metode alfabetis atau numeric.
C.
SISTEM
TANGGAL (CHRONOLOGIS SYSTEM)
Sistem tanggal adalah sistem penyimpanan surat yang
didasarkan kepada tanggal surat diterima (untuk surat masuk) dan tanggal surat
dikirim (untuk surat keluar)
Yang diperlukan untuk sistem ini adalah
- Perlengkapan
yang diperlukan; filling cabinet, didepan laci dicantumkan judul “tahun”, guide
sebanyak 12 buah, masing-masing untuk satu bulan, folder, dan kartu kendali.
- Pembagian
sistem tanggal
a. Pembagian
utama menggambarkan tahun (judul laci)
b. Pembagian
pembantu menggambarkan bulan (judul guide)
c. Pembagian
kecil menggambarkan tanggal (judul folder)
- Susunan
guide dan folder dalam filling cabinet
a. Laci
menggambarkan tahun
b. Guide
menggambarkan bulan
c.
Folder menggambarkan tanggal
Penyimpanan
surat, langkah-langkah dalam penyimpanan surat
a. Menetapkan
kode surat sebelum disimpan
b. Mencatat
surat pada kartu kendali
c. Menyimpan
surat.

0 komentar:
Posting Komentar