Selasa, 12 Februari 2013

Kilas Perjalanan Seorang Bob Sadino



Apakah anda mengenal Bob Sadino atau lebih senang dipanggil Om Bob? Kalau belum tahu, Om Bob adalah salah satu pengusaha (wirausahawan) sukses di tanah air. Yang membedakan Om Bob dengan pengusaha sukses lainnya adalah gaya dan pola pikirnya yang unik dan “nyleneh”.
Sekilas perjalanan hidup Om Bob
Pria kelahiran Lampung 9 Maret 1933 ini mempunyai cerita kehidupan yang unik sampai mendapat keberhasilannya seperti sekarang. Berawal dari sekembalinya dari Belanda dan Inggris, beliau berkehidupan serba cukup bersama istrinya, di Indonesia sopir taksi dan kuli bangunan adalah pekerjaan yang pernah dijalani. Pengalaman menjadi sopir taksi dan kuli bangunan ini pernah membuatnya depresi, dengan upah Rp. 100/hari Om Bob harus menghidupi keluarganya.
Dalam keadaan tersebut seorang teman menyarankan untuk memelihara ayam, dari usaha tersebut inspirasi pun datang untuk berwirausaha. Bidang usaha yang dilakukan adalah menjadi penjual telur hasil peternakan ayamnya. Usaha yang dibantu oleh sang istripun mendapat banyak langganan (orang asing) dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Sejak itulah usahanya maju pesat dengan kerja kerasnya segala bentuk bisnis dikelola khusunya swalayan dan agribisnis dan menjadi pemilik tunggal Kem Chicks sebuah supermaket Raksasa Indonesia, kini bisnis properti di daerah Kemang Jakarta pun dikembangkannya dan kini orang lain menyebutnya seorang penjual telur menjadi penjual apartemen mewah disandangnya.
“Mengalir saja!” Demikian kesimpulan rahasia sukses seorang Bob Sadino saat diwawancarai oleh majalah WK-nya Pak Isdiyanto. Bagi yang sudah sering mendengar pernyataan-pernyataan beliau, mungkin hal ini bukan hal yang aneh.
Aneh sih…. tapi biasa aja kalau yang ngomong Om Bob. Memang seperti itulah Om Bob. Ceplas-ceplos dan keluar dari pakem akademis teori kewirausahaan.
Lakukan saja, ikuti perencanaan Tuhan!” Itu kesimpulan berikutnya. Allah yang Maha Merencanakan, kita tinggal bekerja saja. Tidak ada tujuan. Kesuksesan bukan tujuan, kekayaan bukan tujuan. Kesuksesan dan kekayaan hanya akibat dari bekerja.
Wow, indah sekali. Just do it. Setelah pasrah maka bekerjalah. Apapun hasilnya ikhlaskan.
Karena tidak ada tujuan maka otomatis tidak ada perencanaan untuk mencapai tujuan itu. “Saya senang aja melakukannya.” Demikian kata Om Bob menirukan ucapan anaknya yang jauh-jauh sekolah di Swiss ternyata akhirnya hanya jual pecel lele di pinggir jalan.
Lalu apakah pake intuisi sehingga tanpa perencanaan dan tujuan bisa mencapai sukses demikian? Tanya wartawan. Maka sekali lagi Om Bob mengatakan bahwa wartawan otaknya telah diracuni teori kewirausahaan yang menurut beliau isinya hanya sampah saja. Om Bob menganggap pertanyaan itu tidak muncul dari diri wartawan murni tapi dari otak yang sudah menelan sampah berbagai informasi teori kewirausahaan.
Kalau Tuhan memberi intuisi yang hebat untuk seorang Bob Sadino, sementara tidak memberikan intuisi itu kepada yang lain, maka betapa tidak adilnya Tuhan. Demikian kata Om Bob. Bahwa apa yang dilakukannya dan mengakibatkan kesuksesan bisa jadi adalah langkah ke seribu dari 999 langkah gagal sebelumnya yang telah ditempuh oleh beliau. Jadi bukan intuisi yang tiba-tiba muncul.
Thomas Alfa Edison juga demikian. Bola lampu bukan hasil kehebatan intuisinya tapi hasil percobaannya yang ke 1000 setelah 999 kali gagal. Kolonel Sanders membuka KFC bukan karena naluri bisnisnya yang hebat, tapi hasil perjalanan gagalnya menawarkan resepnya kemana-mana dan selalu ditolak. Maka dia membuka warung sendiri. Jadi bukan intuisi tapi hasil dari pantang menyerah dan tahan banting.
Jadi… untuk menjadi wirausahawan tidak ada pembelajarannya yang njelimet dan baku. Nanti bikin bingung dan kapan mau mulai. Lakukan saja. Bebas saja lakukan. Lalu evaluasi hasilnya. Hasil yang hebat hanya akibat dari keuletannya sendiri. Ketika menjual lima kilogram telor bersama istri, Bob Sadino tidak pernah bermimpi bakal bisa naik mobil jaguar atau punya rumah mewah dari hasil jualan telur yang marjinnya Cuma Rp 150,- per hari itu. Mengalir saja. Kalau ada kegagalan, kekecewaan dan sejenisnya rangkullah, belailah karena itu adalah bagian dari kesuksesan itu sendiri.

Bingung? Tidak perlu bingung, karena Om Bob tidak memaksakan kita untuk mengikuti jalan pikirannya yang sering dianggap gila oleh banyak orang. Ini hanya sharing beliau –karena ditanya oleh wartawan- bagaimana dia bisa menjadi Bob Sadino seperti sekarang ini. Kalau mau jadi duplikasi Bob Sadino silakan ditiru. Kalau mau jadi diri sendiri ya silakan pake cara lain.
Belajar Menjadi Orang Goblok Ala Om Bob
Tulisan berikut bisa menjadi bahan renungan dan inspirasi bagi kita semua yang ingin mengikuti jejak Om Bob … (Tulisan ini diambil dari milis tetangga)
  • Pasti Anda bingung dengan judulnya, ‘goblok’ kok dipelajari!
  • Awalnya saya juga bingung, tapi setelah bertemu langsung  dengan  Om Bob, baru percaya bahwa statement itu benar.
  • Bob Sadino terkenal sebagai pengusaha yang ‘Nyleneh’ pada gaya dan  pola pikirnya. Sejak dari jaman Soeharto, dia terkenal dengan ‘kostumnya’ yang selalu bercelana pendek. Begitulah cara Om Bob bertemu dengan semua presiden negeri ini.
  • Di kediamannya di kawasan Lebak Bulus sebesar 2 hektar, dia membuat kami pusing dengan statement-statement nya yang super Nyleneh. Misalnya dia tanya,”Menurutmu kebanyakan orang bisnis cari apa Jay?” Spontan kita jawab,”Cari untung om!”. Kemudian Om Bob balik menjawab, “Kalo saya cari rugi!”
  • Dia menjelaskan, kalo bisnis cari untung, apa selamanya untung? Sama juga kalo bisnis cari rugi, apa selamanya rugi? Maknanya adalah, rugi tak perlu ditakuti. Bahkan karyawan Kemchicks (pabrik daging olahan) dan Kemfarms (exportir sayur dan buah) miliknya diijinkan untuk berbuat salah. Sampai-sampai ada karyawan yang pernah membuat kerugian US$ 5 juta dan masih bekerja sampai sekarang.
  • Goblok atau Pintar? Trus apa maknanya belajar ‘Goblok’? Bukankah banyak orang pandai tapi tak berhasil dalam usaha atau bahkan melangkah pun tak berani.
  • Om Bob bilang, kalo orang ‘goblok’ itu tak pandai menghitung, makanya lebih cepat mulai usaha. Kalau orang pinter, menghitungnya ‘njlimet’, jadi nggak mulai-mulai usahanya.
  • Orang ‘goblok’ berbisnis tidak berpikir urutan, sedangkan orang pinter, berpikir urut. Orang pintar tidak percaya dengan orang lain, jadi semuanya mau dikerjain sendiri, seolah tak ada yang dapat menggantikan dirinya.
  • Nah, kalau orang ‘goblok’, dia akan mencari orang pintar dan harus lebih pintar darinya, untuk menjalankan usahanya.
  • Orang pintar ketemu gagal, cenderung mencari kambing hitam untuk menutupi kekurangannya. “Ehm, situasi ekonominya lagi down”, atau “Pemerintah nggak mendukung saya”, kata orang pintar.
  • Lain hal dengan orang ‘goblok’, jika ketemu gagal, nggak merasa kalau dia gagal, karena dia merasa sedang ‘belajar’.
  • Bahkan Om Bob juga mengatakan bahwa dia sebagai orang ‘goblok’ tidak melakukan perencanaan usaha, target ataupun  mengenal cita-cita.
  • Namun sebaliknya, semua karyawannya harus memiliki target dan perencanaan. Buahnya, orang ‘goblok’ yang jadi bossnya orang pintar.
  • Itulah salah satu keadilan Tuhan menciptakan orang pintar dan orang ‘goblok’.
  • Masalahnya sekarang, siapa yang merasa pintar, siapa yang merasa goblok? Trus, enakan mana jadi orang pintar atau orang ‘goblok’?
  • Jika Anda merasa bingung dengan tulisan ini, artinya bagus, berarti Anda mulai ….Goblok! Kalau Anda emosi, berarti Anda pintar. Itu juga kata Om Bob lho..!
  • Filosofi ‘goblok’ Bob Sadino, dia ibaratkan seperti air sungai yang sedang mengalir. Ketemu batu di depan, ya belok kanan atau belok kiri. Namun seperti air di sungai, kitapun harus siap dikencingi, dibuangi sampah dan kotoran-kotoran yang lain.
  • Jadi, pilih  mana? GOBLOK atau PINTAR?
  • “Pengusaha tak harus pintar dalam segala hal. Tapi harus pintar mencari orang pintar”
Nah, mudah-mudahan postingan bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca yang memiliki keinginan kuat mengikuti jejak Om Bob sebagai pengusaha sukses.
(Dari berbagai sumber)

Kesimpulan saya, Bob Sadino adalah seorang wirausaha unggul yang terbukti berhasil, dan memiliki kumpulan pengalaman yang luar biasa. Pengalaman hidupnya adalah kumpulan pembelajaran yang sangat berharga. Tetapi, zaman sudah berubah. Sekarang muncul generasi knowledge entrepreneur atau high-tech entrepreneur. Banyak kisah sukses Om Bob dan tercermin dalam opini beliau kelihatannya tidak lagi valid untuk generasi baru ini. Jika berbicara mengenai bisnis buka restoran, buka toko, dan sebagainya, opini Om Bob mengenai dikotomi sekolah dan bekerja mungkin benar, tetapi untuk generasi knowledge entrepreneur atau high-tech entrepreneur sudah tidak valid lagi. Konsep lingkaran Bob Sadino sebagai sebuah wisdom tentu masih valid, tetapi bukan dengan cara mengdikotomikan dengan sekolah. Ini jelas bukan hanya tidak valid, tetapi juga berbahaya … Tidak ada pembelajaran dalam kewirausahaan. Yang ada hanyalah melangkah, melangkah dan melangkah. Untuk bisa melangkah itu kita perlu membebaskan dari rasa takut, jangan punya keinginan macam-macam, dan bebaskan dari belenggu pikiran sendiri.

My conclusion, Bob Sadino is a true entrepreneur who has proven superior, and has a collection of exceptional experience. Life experiences is a collection of valuable learning. However, times had changed. Now comes a knowledge generation entrepreneur or high-tech entrepreneur. Many success stories of Uncle Bob and he seems to be reflected in opinion is no longer valid for this new generation. If talking about a business opening a restaurant, open shops, and so forth, Uncle Bob's opinion of the dichotomy of school and work may be true, but for the generation of knowledge-or high-tech entrepreneur's entrepreneur is not valid anymore. Bob Sadino circle concept as a wisdom of course still valid, but not by mengdikotomikan with the school. This is clearly not only invalid, but also dangerous ... There is no learning in entrepreneurship. There is only a step, step and step. To be able to move that we need to free from fear, do not have the desire stuff, and free from the shackles of the mind itself.

Sistem Informasi Manajemen



Pengertian, Manfaat dan Penerapan Sistem Informasi Manajemen
Dalam organisasi banyak kita lihat manfaat suatu sistem informasi bila digunakan sebaik mungkin. Peranan manajemenlah yang menuntut penyebaran dan penggunaan sumber-sumber yang efesien untuk mencapai suatu tujuan, dengan demikian akan membantu fungsi menajemen dengan diterimanya suatu informasi dengan cepat dan tepat. Maka diperlukan sistem informasi manajemen yang baik untuk mendukung tujuan organisasi.
Dalam suatu perusahaan tidak akan terlepas dari berbagai macam masalah yang ada didalam organisasi, dan didalam suatu perusahaan perubahan sering sekali timbul, sehingga perubahan ini sering sekali menjadi hambatan bagi manajer, maka akibatnya dari perubahan ini menimbulkan masalah. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem informasi manajemen untuk mendukung manajer dalam mengatasi masalah-masalah tersebut. Sistem informasi tidak hanya memproses data menjadi informasi tetapi juga menyalurkan informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
Untuk memahami arti SIM ini penulis mengutip beberapa pendapat para ahli. Davis (2002) menyatakan bahwa, sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem manusia/mesin yang yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Selanjutnya pengertian SIM juga juga dikemukakan oleh Mcleod dan Schell (2001) sebagai berukut : “SIM merupakan sistem yang berbasis komputer, jaringan lainnya yang dapat menyediakan informasi bagi beberapa pemakai guna mendukung fungsi-fungsi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan”.
Syamsi (2000) menyatakan bahwa sistem informasi manajemen (SIM) merupakan jaringan informasi yang dibutuhkan pimpinan dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam mengambil keputusan. Amsyah (1997) menyatakan bahwa: “SIM merupakan cara-cara mengelola pekerjaan informasi dengan mengunakan pendekatan sistem yang berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen”.
George. (1999) menyatakan bahwa: “SIM adalah serangkaian subsistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasikan data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas kreteria mutu yang telah ditetapkan.”
Jadi dapat dilihat bahwa sistem informasi manajemen sangat membantu manajemen didalam organisasi, fungsi-fungsi manajemen, pengambilan keputusan, yang berarti bahwa semua orang dalam organisasi yang berhubungan dengan manajemen bertanggungjawab atas kegiatan dan hasil perusahaan, terutama sekali bagi seorang manajer dalam mencapai suatu tujuan perusahaan.
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Bagi Perusahaan
Semua kegiatan yang dilakukan oleh dan di dalam perusahaan memerlukan informasi. Demikian pula sebaliknya, semua kegiatan menghasilkan informasi, baik yang berguna bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan tersebut maupun bagi perusahaan lain diluar perusahaan yang bersangkutan, oleh sebab informasi berguna untuk semua macam dan bentuk kegiatan dalam perusahaan.
Apabila sistem informasi manajemen dirancang dan dilaksanakan dengan baik, maka akan banyak manfaat yang bisa diperoleh manajemen perusahaan, yaitu mempermudah manajemen dan membantu serta menunjang proses pengambilan keputusan manajemen. Karena sistem informasi manajemen menyediakan informasi bagai manajemen perusahaan dimana sistem informasi manajemen tersebut dilaksanakan.
Sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan informasi memegang peranan penting. Pentingnya peranan informasi bagi pemimpin adalah untuk mengambil keputusan sebagai dasar tindakan di masa mendatang. Suatu keputusan yang dihasilkan dengan tidak berdasarkan pada penggunaan
informasi yang tepat akan berakibat pada pengambilan keputusan yang cukup fatal dan tidak dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan. Murdick (1993) mengemukakan: “Para manajer mengandalkan suatu sarana khusus, yaitu informasi.” Para manajer harus mengajukan pertanyaan pada dirinya apakah informasi yang saya butuhkan di dalam menyelengarakan tugas saya
dan dimana informasi tersebut saya peroleh. Pertanyaan lain yang harus dipikirkan para manajer yaitu siapakah yang bergantung padanya mengenai informasi dalam bentuk hubungan ke atas, ke bawah atau kesamping.
Selanjutnya Murdick (1993) menyatakan bahwa: “Karena informasi merupakan unsur esensial dari manajemen dan fungsi pengambilan keputusan, maka aspek dari organisasi sebagaima diuraikan oleh proses arus informasi tambah merisaukan. Tujuan akhir dari sistem informasi manajemen adalah untuk pengambilan keputusan pada tingkat operasional berdasarkan arus informasi.”
Manajemen menggunakan informasi untuk dua tujuan yaitu perencanaan dan pengawasan. Perencanaan terjadi sebelum pelaksanaan aktivitas organisasi. Tujuan yang ditentukan oleh proses perencanaan harus dicapai dengan aktivitas itu. Meskipun perencanaan meliputi semua tingkat organisasi, tetapi kebanyakan terjadi pada tingkat keputusan strategis dan taktis. Perencanaan banyak bergantung pada peramalan dan dan informasi dari luar. Pengendalian merupakan hal mebandingkan hasil aktual dengan rencana yang ditentukan pada proses perencanaan.
Demikian pentingnya peranan sistem informasi manajemen dalam usaha pencapaian tujuan, sehingga jelaslah bahwa penggunaan dari sistem informasi manajemennya harus dikaitkan dengan usaha-usaha modernisasi, sedang proses modernisasi hanya dapat terjadi bila ditarik manfaatnya dari kemajuan yang telah dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam manfaat dan peranan sistem informasi manajemen seorang pemimpin dapat mengikut sertakan orang lain dalam arti memikirikan masalah bersama-sama dan bersama pula bertanggung jawab dalam pencapaian tujuan perusahaan.
a.                   Pentingnya informasi bagi organisasi:
1.      Meningkatkan kinerja organisasi melalui :
·                     Peningkatan produkvitas
·                     Pengurangan biaya
·                     Peningkatan pengambilan keputusan
·                     Peningkatan layanan ke pelanggan
·                     Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis
2.      Mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam organisasi
3.      Mengkoordinasikan subsistem-subsistem dalam organisasi
4.      Mengintegrasikan subsistem-subsistem
b.    Informasi yang dibuat harus berkualitas agar informasi yang diberikan kepada masyarakat mudah didapatkan dan mudah dipahami. Informasi yang berkualitas harus relevan,  akurat, tepat waktu, ekonomis, dan efisien sesuai dengan data yang telah diperoleh
c.    Hubungan Antara Sistem Informasi Dengan Organisasi
Kita dapat melihat secara lebih dekat hubungan antara sistem informasi dengan organisasi. Namun sebelumnya kita perlu mengetahui tentang bagaimana organisasi mempengaruhi teknologi dan sistem. Organisasi akan berpengaruh terhadap sistem informasi melalui keputusan-keputusan yang dibuat oleh manajer dan karyawan. Manajer membuat keputusan tentang desain sistem. Mereka juga menggunakan teknologi informasi. Manajer juga akan memutuskan siapa yang akan membuat dan mengoperasikan sistem, dan pada akhirnya memberikan pertimbangan rasional dalam pembuatan sistem.